Secuil Cerita; Digital
Hidup manusia selalu dihujani
kebutuhan, dan manusia sangat bergantung padanya. Dalam ilmu ekonomi, kebutuhan
manusia dibagi menjadi dua, yaitu: primer dan sekunder. Kebutuhan primer adalah
kebutuhan utama atau pokok, yang harus dipenuhi. Sedangkan kebutuhan sekunder yaitu
kebutuhan yang terpenuhi setelah kebutuhan utama terpenuhi. Bersifat melengkapi
dan tidak wajib.
Berbicara ihwal kebutuhan,
setiap manusia tentu memiliki kewajiban individual untuk memenuhinya. Makan,
minum, berpakaian, berlindung dari terik siang dan dingin malam di rumah
merupakan inti kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi. Seiring berhembusnya deruan
angin modern, kebutuhan manusia kian bertambah, bertambah dan terus bertambah.
Hal tersebut sudah sangat
dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di pelosok desa sekalipun. Dan saya
adalah salah satu masyarakat pelosok yang turut merasakannya. Betapa kebutuhan
hidup kian bertambah dan beragam, lambat laun menjelma jadi monster yang
membuat saya kocar-kacir dan tersungkur di lembah dunia usaha.
Sebuah histori usaha yang berawal
dari keperihan hidup karena desakkan kebutuhan pribadi. Sejak usia 19 tahun,
paska lulus dari sekolah menengah atas, dengan perlahan saya mulai menutup
kamus lama, dan menggandeng sederet kalimat baru sebagai bekal dari masa remaja
menuju masa dewasa, “Berhenti meminta dan mulailah memberi untuk bahagia.”
Dan sejak itu juga, saya mulai
menggandrungi dunia yang sedikit agak berbeda dari biasanya. Seorang motivator
sekelas Pak Mario biasa menyebutnya: keluar dari zona nyaman. Jelasnya, dunia
nyaman adalah wilayah orang yang merasa nyaman dalam keadaan tidak nyaman.
Sedang yang menjadi tantangan besar di hadapan mata adalah miskinnya bekal
menuju apa yang diharapkan.
![]() |
| (Image Source: www.maxmanroe.com) |
Kita ketahui bersama bahwa membalikarahkan
biduk kapal dalam ritus hidup bukanlah rupa yang mudah. Pada masa remaja nan
belia, berjalan dalam kubangan lumpur usaha juga bukan sebuah perkara yang gampang.
Umumnya, seseorang di usia 19 tahunan, adalah masa-masa di mana begitu meruahnya
asmara menyirami, derasnya ajakan wara-wari, dan tekun berbudaya adu gengsi.
Tetapi ada pepatah usang yang
senantiasa mengiang: Man yajtahid yanjah (Siapa yang berusaha akan
memperoleh kejayaan). Dunia usahapun kian kulakoni dengan bekal, modal, dan
kemampuan seadanya. Seorang pengusaha legendaris asal Indoneisa, Bob Sadino
pernah berujar: Banyak orang tanya, “Bisnis apa yang bagus?” Jawabnya, “Bisnis
yang bagus adalah yang dibuka, bukan ditanyakan terus.”
![]() |
| (Image Source: www.samishare.com) |
Mendengar pelbagai motivasi dari manusia-manusia legendaris mampu mebulatkan tekad saya untuk segera membuka usaha. Pertama, jual beli handphone bekas
(second) menjadi sirkuit pertama dalam menjalani dunia usaha. Kurang
lebih berjalan hingga 2 tahunan menekuni jualan ini. Di tengah kebimbangan
antara melanjutkan atau tidak usaha jual beli tersebut, karena dirasa keuntungan
yang didapatkan kurang begitu menawan, ada seorang teman yang mengajak
kerjasama untuk mengembangkan usahanya. Dia punya usaha yang baru dirintis,
yaitu jualan kaos distro yang barangnya dia dapat dari Ibu Kota Periangan.
Akhirnya tawaran itu saya
amini. Dan kita berdua menjadi partner usaha yang mungkin dipandang cocok
dan potensial di mata sejawat. Hingga ada beberapa dari mereka yang membuka ragam
usaha kecil-kecilan karena merasa terdorong dengan apa yang kita lakukan. Ya,
biasa, dalam dunia usaha, mungkin kalau tidak merasakan jatuh bangun saat
menjalaninya belum dikatakan usaha deh. Saya bersama partner dan mereka nyaris tak jauh
berbeda, kerap mengudap kegagalan dan acap kali merasakan jatuh bangun dalam menumbuh-kembangkan usaha masing-masing.
Semua terjal kita jadikan hal lumrah dan betul-betul jadi pengalaman yang sangat
berharga.
Di tengah gejolak semangat usaha
yang kian bergemuruh, kita pun mencari ide-ide baru dalam memasarkan kaos.
Melihat fenomena yang terjadi pada kalangan remaja kekinian, karena kebetulan
target pasar kita adalah anak muda, muncul-lah inisiatif untuk mempromosikan
kaos yang kita jual di dunia maya. Kendati pada saat itu masih gaptek,
namun sebab ini berkelindan dengan perkembangan usaha yang tengah dijalani, pelbagai
cara supaya bisa paham menggunakan teknik pemasaran di internetpun kian
diamalkan. Menziarahi media-media yang sudah menerapkan sistem digital
marketing juga tak luput untuk kita jadikan tauladan.
Dulu. Sangat mentok. Digital
marketing yang kita gunakan hanya sebatas pengiklanan di sebuah akun media
sosial. Ya, walau sebatas pengiklanan seadanya, tanpa kemampuan yang memadai, itupun cukup lumayan, karena dengan hal itu kita mampu menggaet konsumen dengan
jangkauan yang agak luas dan pendapatan semakin melonjak. Padahal, usaha
pemasaran secara online yang kita lakukan masih jauh dari kata
sempurna.
Bagaimana jika sebuah usaha kita menggunakan teknik digital marketing berkelas dan piawai, tentu akan menjangkau pasar raksasa antero dunia bukan? Saya tak ingin terbelenggu nostalgis yang hanya akan menghambat ruang kreatif isi kepala. Berjalan di tempat tanpa ada perkembangan yang masif. Ke depannya, saya akan mengembangkan usaha baru yang jauh lebih matang, siap bersaing, dan menerapkan teknik digital marketing yang baik. Semoga.
Bagaimana jika sebuah usaha kita menggunakan teknik digital marketing berkelas dan piawai, tentu akan menjangkau pasar raksasa antero dunia bukan?
Sekilas info. Ternyata, ada lho jasa
penyedia pengembangan usaha dengan teknik digital marketing.
Namanya PT ABAH Karya Maya. Sebuah
perusahaan yang masih satu rahim dengan VAIndo Indonesia. Selain memiliki fokus
pada training intensif SEO, ABAH juga bergerak dalam dunia digital marketing,
khususnya menyediakan jasa kampanye yang berkualitas dan terpercaya. Jasa Social Marketing Jakarta cukup ampuh bagi Anda yang tengah mengembangaan bisnis ataupun usaha.
ABAH Digital Marketing begitu peduli kepada para pengusaha yang ingin menjemput kesuksesan dalam usahanya, dan ABAH siap membantu untuk mengembangkannya. Kita bisa mengakses www.abah.co.id untuk
berkolaborasi dengan ABAH, dan temukan pelbagai hal yang bisa kamu dapatkan, seperti: Jasa penulis online, Jasa social marketing, Jasa penulis artikel murah, dan lainnya.
![]() |
| (Image Source: www.abah.co.id) |
Tulisan
ini diturutsertakan dalam lomba Blog Writing Competition
![]() |
| (Image Source: www.abah.co.id) |
.gif)





Betul banget tuh, selalu ada rintangan dalam menjalankan usaha...
ReplyDeleteKuncinya cuma satu: jangan menyerah!
DeleteAjak-ajak saya kalo mau buka usaha bro...
ReplyDeleteSiap. Tunggu ya...
DeleteSelalu istikomah dan sabar
ReplyDeleteMohon doa restunya, ustadz.
Deletesetiap usaha pasti ada hasil...entah itu kegagalan atau keberhasilan, karna tidak ada usaha yg menghianati hasil.....keep up the good work and never give up buat penulis...........
ReplyDeleteSeorang pengusaha selalu dihadapkan dengan berbagai terjal. Terlebih di saat semua harapan yang selalu dibawa tidur tiap malam terpatahkan dengan sebuah kendala. Intinya, ketika membuka usaha, yang perlu ditanamkan dalam benak adalah optimisme. Seperti kata Bob di atas, peluang usaha yang bagus itu ya yang dibuka. Bukan yang dipertanyakan terus.
DeleteTerimakasih mas Dian sudah menyempatkan waktu untuk mampir ke persinggahan maya saya. Jangan bosan ya...? Hehehe
Semua manusia memiliki kebutuhan nya masing-masing nah jdi kita semua harus berusaha dengan keras ..biar apa yang kita butuhkan bisa kita dapatkan dan jangan pernah mengeluh dengan hal yang lain
ReplyDeleteSemangat 45
Setuju.... Semangat terus!!!
DeleteBerpikir lebih, bergerak lebih dan melangkah lebih. Itu kunci sukses manusia unggul (MAUNG). sukses De.
ReplyDeleteSelama ada kesempatan pada masa muda, menguras jatah kegagalan adalah usaha yang sesungguhnya.
DeleteAmin...
Hayu, cuang sami-sami sukses. Pamugi Gusti nu Maha Suci nangtayungan urang dina kaayaan ginanjar kawilujengan.
My destination always unknown , i'll find my way there ;)
ReplyDeleteThank you mr.
DeleteJgn berjuang trs, capee, karena stlh berjuang hrs ada kenikmatan, bru berjuang lagiii :D
ReplyDeleteHehehe... Itu teori hidup sehat bro.
DeleteBagus beer
ReplyDeleteTerimakasih Daulah.
DeleteLuar biasa kawan
ReplyDeleteTerimakasih, bang Athor.
DeleteInspiratif banget. Semangat terus ya...
ReplyDeleteSemangat juga ya, Inggit. :)
Deletebisnis yang dibuka, bukan ditanyakan terus. Suka bagian ini :0 Salam kenal^^
ReplyDeleteSaya juga sangat suka dengan kata motivasi dari almarhum Bob Sadino itu.
DeleteSalam, mba Prita HW.
Kalau saya promosinya paling mudah pakai fanspage facebook. Saya pasang banner besar besar berukuran 13x5 cm di background halamanya. Jadi begitu ada orang yang melihatnya, maka yang pertama kali di lihat adalah banner yang berisi nomor kontak saya seperti WA dan BBM, dan ampuh juga karena dagangan saya laris berkat fanspage ini
ReplyDeleteWah dapet ilmu baru nih dari mas Amir Mahmud. Boleh ikut coba ya teknik marketingnya?
DeleteTerimakasih sudah berkunjung, mas.